TANGERANG – MUSRENBANG “Musyawarah Rencana Pembangunan” RKPD 2027 tingkat Kecamatan Teluknaga resmi ditetapkan oleh Bappeda Kabupaten Tangerang bahwa Kecamatan Teluknaga sebagai titik awal penguatan identitas lokal dan akselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi. (27/01/2026)
Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Bappeda Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy, ST., M.Si., Camat Kurnia, S.STP, M.Si, dan segenap tokoh masyarakat yang berada diwilayah Kecamatan Teluknaga berjalan dengan meriah karena banyaknya sambutan ragam seni budaya.
“Kita berharap Kecamatan Teluknaga menjadi pionir festival budaya di tingkat kecamatan agar potensi serupa bisa direplikasi di wilayah lain,” ujar Erwin Mawandy saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi pembangunan di Tangerang.
Melalui penyusunan APBD Perubahan (APBD-P) tahun 2026, pemerintah Kabupaten Tangerang berencana meluncurkan Festival Budaya Kecamatan Teluknaga sekaligus mempercepat penyediaan sarana pendidikan menengah (SMA/SMK) di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan pesatnya pembangunan infrastruktur dengan pelestarian nilai historis daerah. Festival tersebut diproyeksikan menjadi panggung bagi kesenian lokal seperti Perahu Bedug, Barongsai, Pencak Silat, hingga Palang Pintu.
Strategi Peningkatan IPM Selain sektor kebudayaan, pemerintah daerah memberikan perhatian serius pada capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ditargetkan menyentuh angka 80% pada akhir masa RPJMD. Sektor pendidikan dianggap sebagai variabel kunci dalam mencapai target tersebut.
Guna mengatasi keterbatasan fasilitas pendidikan menengah di Teluknaga, skema kolaborasi lintas otoritas yang akan mulai dijalankan, Erwin Mawandy menginformasikan.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang memegang kendali dalam penyediaan lahan, baik melalui pengoptimalan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) dari pengembang maupun pengadaan lahan secara mandiri jika dalam kondisi mendesak,” lebih lanjut.
“Pemerintah Provinsi Banten akan mengemban otoritas pembangunan fisik gedung sekolah serta pengelolaan operasional pendidikan,” jelas Erwin Mawandy.
Rencana strategis ini dipastikan mendapat pengawalan ketat dari jajaran DPRD guna memastikan sinkronisasi anggaran dan efektivitas koordinasi antarinstansi.
Upaya ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat pesisir Tangerang, sekaligus menjaga akar budaya agar tetap lestari di tengah modernisasi. (bul)
