Tangerang Kota – Proses pemutakhiran data kemiskinan terus diperketat guna memastikan Bantuan sosial (Bansos) tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima manfaat jaminan sosial (31/01/2026).
Sebanyak 70 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di RT 01 RW 05 Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari akan kembali menjalani verifikasi faktual.
Dalam prosedur ini “Rena Susanti” Selaku Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Selapajang Jaya menginformasikan “saat pendataan yang akan datang nanti, para petugas dari kedinasan terkait akan hadir mengajukan 39 instrumen pertanyaan guna melihat langsung kondisi objektif ekonomi warga secara mendalam,”
Langkah ini didukung penuh oleh penguatan pangkalan data di tingkat Rukun Tetangga (RT). Penggunaan aplikasi digital di lingkungan RT kini menjadi kunci untuk meminimalisir ketimpangan jumlah penduduk serta cacat data pada sensus penerima Bansos.
“Dengan sistem yang terintegrasi, potensi selisih data antara lapangan dan administrasi dapat ditekan, sehingga bantuan yang diberikan lebih berkeadilan” jelas Rena.
Sejalan dengan program pemerintah, masyarakat juga terus didorong untuk meningkatkan kepedulian melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Dengan semangat “Dari Kita untuk Kita”, warga diimbau untuk konsisten menyisihkan sebagian rezeki, termasuk dalam pemenuhan kewajiban zakat fitrah.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap regulasi pemerintah sekaligus penguatan jaring pengaman sosial berbasis komunitas.
Namun, di tengah masifnya pendataan digital, muncul peringatan mengenai risiko keamanan siber. Masyarakat diminta ekstra waspada terhadap penyebaran tautan (link) mencurigakan yang mengatasnamakan program bantuan di media sosial.
Abdullah sebagai ketua RT 01 RW 05 Selapajang Jaya memberitahukan “Memberikan data pribadi atau membuka link sembarangan di ruang lingkup daring media sosial bahayanya sangat nyata. Jadi saya mengimbau warga untuk hanya mengikuti jalur resmi pemerintah,” tegas Ketua RT dalam sosialisasi tersebut.
Melalui sinergi antara akurasi data, ketaatan berzakat, dan kewaspadaan digital, diharapkan program kesejahteraan sosial dapat berjalan lebih aman, efektif dan efisien. (bul)
